Menguasai pertandingan tak selamanya berbuah kemenangan. Inilah yang dialami Persepam Madura Utama (PMU) saat menjamu Madiun Putra di lanjutan pertandingan Liga 2, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Ahad (7/5/2017). Laskar Sape Ngamok hanya memetik satu poin setelah ditahan imbang kacamata.

PMU banyak memiliki peluang untuk mencetak gol. Baik di babak pertama maupun di babak kedua. Serangan bertubi-tubi dari sektor kanan dan kiri pertahanan Madiun Putra, namun anak asuh Sartono Anwar ini sangat disiplin menjaga area pertahanannya.

Peluang gol PMU banyak terjadi di babak kedua. Agresifitas lini depan dan lini tengah PMU, membuat kiper Madiun Putra Ricky Fajar Hidayat harus berjibaku menyelamatkan gawangnya agar tidak kebobolan. Bola-bola crossing dari Faris Aditama di sisi kanan dan Mohammad Kasim, tak mampu disambut menjadi gol oleh dua striker Dimas Galih dan Ahmad Fatoni.

Yang sangat fatal, kesempatan untuk mencetak gol diperoleh Fatoni saat Faris Aditama dilanggar di kotak terlarang, sehingga berujung pinalti. Namun tendangan Fatoni membentur mistar gawang.

Gagal dalam pinalti, tak membuat anak asuh Rudy William Keltjes menghentikan serangan. Justru temponya semakin meningkat. Banyak kemelut terjadi di depan gawang Madiun Putra. Namun tak juga berbuah gol.

Rudy mencoba memasukkan Muhammad Arsyad di saat pertandingan hampir selesai. Pemain nomor punggung 10 ini nyaris mencetak gol melalui tendangan dari luar kotak pinalti. Namun berhasil di tepis dan hanya menghasillan tendangan sudut.

Sorak kemenangan menggema dari berbagai tribun saat Faris Aditama berhasil mencetak gol dari hasil bola muntah yang ditepis kiper Madiun Putra. Namun hakim garis menilai mantan pemain Persik Kediri itu, sebelumnya berada di posisi offside sehingga golnya dianulir.

Aura kekecewaan terpancar dari ekspresi para pemain PMU karena kegagalannya meraih kemenangan. Mereka ada yang terlentang, tengkurap bahkan ada yang menangis.

Sumber: Madurasport.com

Tinggalkan Balasan